Senin, 04 Januari 2010

Tips Mempertahankan Soliditas & Mengembangkan Eksistensi dalam Sebuah BAND

APA SIH ketakutan terbesar dari sebuah sukses band yang mencuat? Selain mengaku takut tidak bisa berkarya lagi, nyaris semua band yang dihubungi menjawab, soliditas band!

Yup, banyak band yang sempat ngetop bubar, karena personilnya sudah tidak solid lagi. Personilnya sudah makin mengedepankan ego. Personilnya makin merasa lebih penting dibanding personil lainnya. Yang terjadi, ketidaksolidan dan buntutnya adalah bubar. Atau kalau tidak bubar, gonta-ganti personil menjadi menu wajib dari band tersebut.

Sebut saja Harapan Jaya, band asal Bandung, yang akhirnya bubar. Edane, band rock Jakarta yang selalu terbelit gonta-ganti vokalis, sampai band sekaliber God Bless yang bolak-balik keluar masuk personil baru. Tidak selalu jelek memang, karena ada yang ketika masuk personil baru, justru menemukan ritme dan sentuhan baru, seperti Dewa 19 pasca keluarnya Ari Lasso dan masuknya Once.

Memang tidak mudah menjaga soliditas sampai tahunan. Sulit menemukan band seperti U2 atau Aerosmith atau Rolling Stones yang sudah masuk usia renta, masih tetap ngeband dengan asik dan utuh. Banyak alasan yang bisa diungkapkan. Tapi belajar menjaga kekompakan dan keutuhan band, sebagai syarat eksistensi yang kokoh, tampaknya penting banget.

Ada nggak sih kiat untuk menjaga soliditas atau keutuhan band? Untuk bertahan sampai puluhan tahun, tentu perlu riset yang mendalam. Tapi sebagai sebuah wacana yang perlu diungkap terus menerus, ada beberapa hal penting yang bisa dicoba. Anda siap punya band yang kokoh, eksis, solid dan sukses tentu saja.

1. Mutu dan soliditas band Anda tercermin dalam mutu relasi dan pertalian antar personil dalam band Anda. Masing-masing personil harus jelas dalan mengatur nilai dan hubungan, karena hal itu bisa membuat band Anda makin kuat, atau justru makin terbuka untuk bubar. Saling bertanya tentang perubahan dan sikap yang tidak mengenakkan, akan sangat membantu memperkokoh ikatan peer group band Anda.

2. Bukan tanpa alasan, semua personil band Anda, menjadi satu tim dan punya cita-cita sukses yang sama. Masing-masing dari Anda mungkin punya pilihan untuk tidak bergabung atau membentuk band sendiri, tapi percayalah, pilihan Anda adalah rahasia kekuatan band Anda. Yang terpenting, kemauan dan totalitas melakukan sesuatu dengan altenatif yang sudah dipilih, akan menjadi kekuatan terbesar band Anda. Kegiatan bersama antar personil juga membuat emosi antar personil akan lebih intim.

3. Semua personil harus mengenali “racun-racun” yang ada dalam kekerabatan band, benar-benar jujur dengan pilihan bermusik Anda dan jangan saling menggantungkan obsesi kepada personil lain. Bermimpilah bersama, tapi jangan melempar mimpi itu kepada orang lain. Sama-sama bekerja keras tanpa ada yang merasa lebih keras dibanding yang lain.

4. Kekompakan dan keutuhan itu berasal dari upaya mengubah pola pikir egosenstris, punya semangat tinggi dan visi pribadi serta kelompok yang jelas dan menantang. Alangkah indahnya kalau disediakan waktu untuk ngobrol bersama dan berdiam bersama.

5. Saling evaluasi tanpa tendensi menjatuhkan atau ingin terlihat lebih menonjol. Evaluasi menjadi hal penting atas dasar catatan masing-masing personil mengenai apa yang sudah dikerjakan bersama dan hasil yang sudah dicapai. Contohnya: ketika membuat aransemen untuk lagu baru, mungkin Anda yang diandalkan, tapi tidak salah juga kalau Anda minta saran atau pendapat personil lain.Menyukai yang Anda kerjakan, akan membuat hasilnya jauh lebih bagus.

6. Kalau memang punya visi dan harapan untuk berkembang dengan napas panjang, masing-masing Anda harus berani memberi catatan sikap positif dan negative dari diri sendiri. Menemukan kekurangan dan kelebihan, akan sangat membantu menempatkan posisi Anda kelak. Fokus pada kekuatan dan kelebihan talenta Anda, tapi bisa mengendalikan kelemahan yang mungkin merusak keutuhan band Anda.

7. Sebagai satu tim, harus bisa diputuskan dengan kriteria apa band Anda kelak punya pemimpin, leadership, manajerial, manajemen dan target suksesnya. Ini penting, supaya semua bisa bergerak bersama, tidak sepotong-sepotong.

8. Kelak, menemukan eksistensi dan jati diri sebagai satu kelompok utuh, akan membantu kemana band ini akan dibawa. Belajar terus menerus adalah sebuah keharusan. Inovasi, keluar dari rasa nyaman ketika sukses, akan memberi tantangan terus menerus untuk berkembang lebih baik.
9. Manajemen band harus memberikan dukungan yang mantap, punya kreativitas dan cara memandang jauh ke depan. Untuk menerobos setiap perubahan yang terjadi pada industri itu sendiri. Jangan sampai keteter atau malah tertinggal dengan industri.

10. Jangan biarkan “sekam” dalam hati makin membara. Ketika ada persoalan antara manajamen dan personil, atau antar personil misalnya, harus berani mengambil risiko untuk memulai pembicaraan yang akan membuat kesehatian kelompok berada dalam dialog yang jujur. Ini akan menghilangkan kecurigaan, salah sangka dan pikiran negative. Kalau sudah mulai sering terjadi hal ini, kendalikan jadual manggung dan beri waktu untuk senggang, rileks dan menikmati hari tanpa berpikir soal musik.

11. Masing – masing personil termasuk manajemen, harus punya rencana A atau rencana B. Menurut ilmu manajemen yang saya kutip dari Peter F, Drucker, masing-masing orang harus bisa mengembang rencana B bahkan sebelum selesai mencapai rencana A.

12. Kalau sudah ngetop, popular dan banyak fans, akan ada banyak godaan dan tantangan dari luar. Band Anda tidak boleh menjadi “korban” dari kekuatan dari luar itu. Jangan “liar” dengan jadual manggung atau konser, tapi kendalikan diri dan cari yang terbaik supaya nyaman dan aman. Jangan mentang-mentang sedang laris, semua undangan “dihajar”.

13. Anda harus sadar, bahwa popularitas akan membaurkan masing-masing personil dalam kehidupan dan pekerjaan pribadi. Risiko yang harus diterima adalah sering kehilangan waktu berharga bersama orang-orang yang kita cinta. Pemahaman ini penting, karena kalau tidak diselesaikan, kelak bisa jadi duri dalam daging.

14. Band Anda harus punya niat dan tujuan yang konsisten.

15. Visi yang jelas akan membuat band Anda punya keberanian yang riil untuk memberikan yang terbaik bagi fans dan industrinya sendiri. Tentunya akan bermanfaat untuk personil bandnya juga.

16. Kunci menuju kesuksesan sebuah band besar adalah integritas band itu sendiri. Mengerjakan hal-hal yang sudah biasa, dengan konsisten dan terbaik. Percaya atau tidak, integritas band [dan para personilnya], dibangun atau dihancurkan oleh hal-hal sepele yang sudah mejadi rutinitas. Jaga hal itu.

4 komentar:

  1. setau saya,anda mempunyai band bersama tmn2 anda.. apakah anda sudah menerapkannya pada band anda?? ^^

    BalasHapus
  2. saya sudah coba menerapkan kepada teman2 band saya,tetapi teman2 saya sulit sekali rasanya untuk di manage oleh saya,jadi Mba tau sendiri gimana rasanya...^^

    BalasHapus
  3. oh iyaa,, saya mengerti...
    kalau begitu yang sabar aja ya..
    nanti juga ada saatnya temen2 anda mngerti... ^^

    BalasHapus
  4. Aaaammiiinn..
    memang praktek itu lebih sulit tak seperti yang dibayangkan dalam teori..

    BalasHapus